Pada tanggal 2 Mei 2026, peringatan Hari Pendidikan Nasional kembali menjadi momen untuk melihat secara jujur kondisi pendidikan yang kita jalani sehari-hari, bukan sekadar seremoni tahunan. Di berbagai daerah, masih ada tantangan nyata seperti keterbatasan fasilitas, kesenjangan akses belajar, hingga tekanan yang dirasakan siswa dalam mengejar prestasi. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menuntut sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui peringatan ini, penting bagi semua pihak untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga mulai memperbaiki kekurangan agar pendidikan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya secara merata.

Upacara dimulai pukul 07.15 siswa dan siswi mulai memasuki area upacara. Disaat siswa dan siswi sudah berbaris dengan rapi, pemimpin upacara pun mulai memasuki area upacara. Setelah itu disusul oleh Pembina yang memasuki area upacara. Pemimpin upacara dan seluruh siswa dan siswi segera memberi penghormatan kepada Pembina upacara dan disertai dengan, laporan kepada Pembina upacara, bahwa upacara siap dilaksanakan.

Setelah laporan kepada Pembina upacara langsung dilanjutkan oleh pengibaran Bendera Merah Putih, yang diiringi oleh lagu kebangsaan kita yaitu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih pun sudah berkibar, dan dilanjutkan dengan Mengheningkan Cipta yang dipimpin oleh Pembina upacara. Mengheningkan Cipta pun selesai dilanjutkan dengan pembacaan teks UUD 1945, yang dibacakan oleh petugas. Selesai pembacaan UUD 1945 dilanjutkan dengan pemebacaan teks Pancasila yang dibacakan oleh Pembina lalu diikuti oleh peserta upacara. Peserta upacara diistirahatkan untuk mendengarkan amanat dari Pembina upacara.

Selesai dari amanat dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh petugas. Usai pembacaan doa, pemimpin upacara melaporkan bahwa upacara telah dilaksanakan. Setelah itu peserta upacara diistirahatkan kembali untuk mendengarkan pengumuman. Upacara pun ditutup dan peserta upacara dibubarkan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional melalui kegiatan upacara di sekolah memiliki urgensi yang sangat penting sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta mengenang jasa para tokoh pendidikan Indonesia, khususnya Ki Hajar Dewantara. Melalui upacara, seluruh warga sekolah diajak untuk merefleksikan peran pendidikan dalam membentuk karakter, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, serta berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional.