Sumber foto: www.megapolitan.kompas.com

Apakah kalian tahu, sudah berapa banyak sampah yang ada di negara kita? Tercatat di Indonesia sudah mencapai 68,5 juta ton dan setiap tahunnya angka tersebut terus melonjak. Persoalan sampah jika dibahas berulang kali tidak akan ada habisnya, karena mahkluk hidup selalu mengahasilkan sebuah energi yang kurang berguna dan sering kita sebut dengan limbah/sampah. Bagaimana bisa kita masih hidup dengan nyaman sedangkan disekitar kita masih banyak sekali sampah yang dibiarkan begitu saja. Bukankah kurang nyaman hidup berdampingan dengan penyebab dari segala penyakit? Mengapa kita harus mengolah kembali? Karena sampah jika dibiarkan akan merusak ekosistem, dan tak jarang sampah juga menimbulkan masalah baru seperti penyakit, bencana alam yang timbul oleh sampah yang kita buang setiap harinya.

Sebagai generasi muda penerus negeri, patutnya kita tau bagaimana cara untuk memanfaatkan sampah, melakukan hal kecil seperti menggunakan kantong belanja yang dapat dipakai berulang kali, memilah setiap sampah sesuai dengan jenis-jenisnya, mendaur ulang sampah menjadi pupuk organik, menjadikan sampah plastik sebagai suatu kerajinan yang memiliki nilai jual dan lain sebagainya.

Berikut kegiatan yang dilakukan SMK Strada II dalam peringatan hari sampah pada 21 Februari 2023.

A. Literasi. Kegiatan peringatan Hari Sampah Nasional dengan mengajak siswa membuat artikel atau tulisan tentang dampak sampah bagi kehidupan.B. Kerja bakti pemanfaatan sampah daun untuk pupuk kompos

Sampah daun yang ada di sekolah dikumpulkan menjadi satu dalam tempat pembuangan untuk dibuat menjadi pupuk organik.

Alat dan bahan

  • Wadah untuk menyimpan pupuk kompos.
  • Siapkan wadah seperti ember besar atau tong beserta penutupnya.
  • Sampah rumah tangga seperti dedaunan, potongan sayur (mentah), kulit buah, kulit telur, dan sebagainya.
  • Tanah
  • Air secukupnya.
  • Sekam atau arang (optional)
  • Kapur pupuk Cairan EM4.

Cara Membuat Pupuk Kompos

  1. Masukkan tanah ke dalam ember atau tong hingga dasarnya tertutup.
  2. Masukkan sampah organik yang telah dipotong kecil ke dalam tong.
  3. Tutup dengan tanah kembali dengan ketebalan yang tidak terlalu tinggi.
  4. Siram dengan air di permukaan tanahnya secukupnya saja.
  5. Masukkan arang sekam di atas lapisan tanah serta taburi dengan kapur pertanian. Jika tidak ada, arang tidak perlu digunakan.
  6. Siram kembali dengan air campuran EM4.
  7. Tutup lagi dengan lapisan tanah.
  8. Tutup wadah tong rapat-rapat.
  9. Simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari hingga 3 pekan.
  10. Jika bentuknya sudah menjadi seperti tanah gembur, pupuk kompos siap digunakan.
  11. Pastikan bahan organik pembuat pupuk kompos tidak bercampur dengan plastik, kaca, aluminium, kaleng, botol, dan kertas aluminium foil. Ketika masa pengomposan dilakukan, pastikan tong tidak kemasukan atau terendam air hujan.

 

 

C. Pembiasaan memilah sampah botol plastik, kertas

Pengelolaan sampah ini merupakan upaya bersama dalam membiasakan budaya baru pengelolaan sampah, di mana warga sekolah wajib melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pengelolaan sampah salah satunya dengan melakukan pemilahan sampah organic dan organic salah satunya dengan melakukan pemilahan sampah botol plastik untuk didaur ulang.

Daur ulang plastik merupakan upaya untuk mengelola dan menggunakan plastik bekas agar dapat digunakan kembali atau diolah menjadi barang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan memiliki nilai jual.Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi dan mengatasi adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Sampah kertas yang ada juga diolah, kertas dicincang dimesin kemudian dikumpulkan dalam karung lalu dijual

D. Kunjungan ke bank sampah RW 05 Tamansari

Kunjungan ke bank sampah RW 05 Tamansari ini untuk melakukan kerjasama dalam pengumpulan sampah botol plastik yang ada di SMK Strada II yang akan disetor ke bank sampah RW 05.

Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis.

Dalam bank sampah terdapat petugas yang bekerja menimbang sampah, petugas yang mencatat berat sampah yang disetorkan anggota, pengelola tabungan yang mencatat hasil setoran.

  

E. Ajakan peduli sampah melalui flyer