“Tanggung jawab : Mengolah pengalaman, Membangun Harapan”

 Rekoleksi berasal dari bahasa inggris “recollect” yang berarti mengingat kembali atau mengumpulkan kembali. Pada hari Selasa, 24 Febuari 2023 SMK Strada II bersama Civita telah mengadakan kegiatan rekoleksi dengan tujuan untuk memberikan bekal positif bagi para siswa/i kelas XII karena dalam beberapa waktu yang begitu singkat akan segera menghadapi ujian kelulusan. Persiapan demi persiapan dirancang begitu baik, Bapak/Ibu guru & Tim Civita berkoordinasi bersama sebelum memulai kegiatan.

 

 

Kegiatan ini dimulai pukul 08:00 WIB yang diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kepala SMK Strada II yakni Bapak Ign. Ismihandiyono, kemudian dilanjutkan doa pembuka oleh Fr Vinsen OSC. Sebelum acara dimulai, tim Civita mengajak seluruh peserta acara rekoleksi untuk melaksanakan ice breaking senam singkat, setiap sesi diselingi kegiatan menarik seperti kerja kelompok, menulis, meditasi, dan refleksi.

Sesi 1 : “How Are you?” pada sesi ini kita diajak untuk melihat gambaran hati masing-masing apapun kondisinya, penting untuk selalu jujur pada diri sendiri. Siswa/i diminta agar dapat meletakkan koran didepan mereka, ber-meditasi sambil memejamkan mata, memegang keras koran tersebut, dan menghembuskan nafas pelan melalui tangan sebelah kiri. Siswa/i diberi kesempatan untuk mencurahkan ekspresi mereka melalui lembaran koran bahkan dapat meremas koran jika merasakan kegelisahan. Lalu menyusun moto hidup berdasarkan kata-kata yang didapat dari tulisan-tulisan dalam koran.

 

 

 

Sesi 2 : “Aku dengan keluargaku”, dibuka oleh sebuah lagu “Bertaut – Nadin Amizah”, lagu ini menggambarkan betapa kerasnya perjuangan seorang ibu membesarkan anaknya seorang diri. Setelah kita mengenal diri kita, kita perlu mengoreksi kembali bagaimana relasi kita terhadap keluarga. Keluarga merupakan rumah, kasih, dan sayang. Tidak hanya terdiri dari ayah, ibu, atau anak, melainkan seberapa hangat perasaan yang dirasakan ketika kita bersama mereka. Beberapa siswa/i berpendapat bahwa keluarga bukan lagi ditandai dengan adanya hubungan darah karena siapa saja bisa kita anggap keluarga jika telah merasakan sukacita persaudaraan. Kita perlu kenal juga pahami setiap cara ayah dan ibu mendidik anak-anak, Team Civita kembali mengajak siswa/i menuliskan hal-hal baik dari setiap anggota keluarga.

 

 

Sesi 3 : “Aku dan Sekolahku – SMK Strada II” dibawakan oleh Rm Suharyadi & Fr Vinsen OSC yang dimulai dengan ice breaking. Seluruh peserta Rekoleksi bergerak dengan semangat. Pada bagian ini, Rm Suharyadi meminta anak-anak untuk menuliskan 3 nama guru serta pelajaran yang mereka sukai dan tidak mereka sukai beserta alasan kemudian apa yang dapat mereka pelajari mengenai tulisan tersebut. “Ini bukan untuk menjelekkan siapapun, tapi saya ingin kalian bisa menilai sesuatu berdasarkan sudut pandang mereka sehingga akan ada hal yang kalian pelajari. Contohnya : saya tidak suka A tapi melalui A saya belajar bahwa waktu itu berharga, bahwa saya harus semakin rajin belajar.” Kata Rm Suharyadi setelah siswa/i memberikan 3 lembar kertas berisi surat apresiasi kepada 2 guru 1 teman.

 

 

Sesi 4 : “Aku dan masadepanku” pada sesi ini diputarkan dua buah video berkaitan dengan gambaran kesuksesan menurut beberapa sudut pandang. Melalui sesi terakhir ini team dari Civita menanyakan beberapa pendapat mengenai kesuksesan yang melibatkan tokoh-tokoh suskes di Indonesia (Maudy Ayunda, Jerome Polin, BTS, dan Menteri Keuangan Indonesia), terdapat beberapa kertas yang perlu diisi diantaranya kertas mengenai rencana ditahun 2023, upaya mewujudkan mimpi, dan menjabarkan kendala-kendalanya. Kesuksesan setiap orang berbeda, ada yang menganggap sukses adalah ketika kita dapat mengoleksi barang mewah, namun ada juga yang merasa sukses ketika dapat menjadi manfaat bagi orang lain.

 

 

 

Kegiatan ini ditutup dengan ibadah ekaristi, pembacaan injil, pembagian roti tidak beragi bagi umat yang sudah dibaptis secara Katolik, refleksi dari 3 perwakilan siswa (Yohanes Kevin, Delvyana, Jesica Natasya). “Saya selalu mendoakan kalian agar kalian terus bersemangat dan dapat membangun masadepan yang indah,” tutup Rm Suharyadi setelah memberikan doa berkat.

 

 

 

Kesimpulan : Sesi demi sesi disampaikan dengan rangkaian yang berkaitan, sebelum mengenal keluarga, sekolah dan masa depan kita perlu kenali diri sendiri terlebih dahulu. Ada kala kita merasa kecil hati karena kondisi fisik, atau belum mampu membuat pencapaian seperti orang lain pikiran seperti ini ada karena kita tidak sempurna. Tapi kita terhibur dengan 1 Timotius 4, Allah menciptakan semua baik. Ada perbedaan antara baik dan sempurna, manusia memiliki keterbatasan tapi Allah memberi kita hati nurani, cara pandang, serta pola pikir yang baik sehingga kita dapat bertanggung jawab dalam mengolah pengalaman dan membangun masa depan yang gemilang.

Sebarkan artikel ini